Bamboo Rafting di Loksado


Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..


Hai teman-teman Blogger, apa kabar? Semoga kalian baik- baik saja.
Hari ini aku bangun kesiangan gara-gara kecapekan tadi malam sampai di rumah jam 7 dari Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dari Loksado ke Martapura membutuhkan waktu empat sampai lima jam. Kami mampir di tengah jalan untuk membeli makan siang yang sudah terlambat, baru makan siang jam 14.33 WITA.

Di Loksado selama 3 hari dua malam. Aku sangat senang berada di dekat alam. Berada di dekat alam membuatku merasa sangat damai dan sejuk. Kalau disuruh pilih antara wisata alam atau wisata belanja  aku lebih memilih wisata alam karena  wisata alam itu sangat langka. Loksado merupakan tempat yang masih terjaga keasriannya dan keindahannya. Aku sangat suka kembali ke alam dan kembali ke pegunungan dan melihat sungai-sungai. Aku merasa sangat suka dekat dengan suara aliran air dan hawa yang masih sejuk.

Aku harap beberapa tahun ke depan Loksado akan tetap indah seperti yang aku lihat saat ini. Karena aku ingin sekali kembali ke tempat ini lagi. Suasana yang tidak akan kudapatkan di tempat lain karena alamnya sudah tidak terjaga.

Walaupun di Loksado aku melihat jejak-jejak kerusakan yaitu penebangan dan perambahan hutan. Namun jika manusia tidak serakah tentu alam masih akan terjaga.

Aku sangat senang saat pertama kalinya menaiki rakit dari paring/bambu yang disebut bamboo rafting karena pengalaman itu sangat seru dan takkan tergantikan. Pengalaman menyusuri hamparan pegunungan meratus dan hutan-hutannya yang menyimpan tanaman-tanaman kuno yang sudah langka. Seperti pohon Rambai, Pohon Kasturi, Pohon Taraf dan aneka pohon-pohon tinggi menjulang yang belum pernah aku lihat. Pegunungan Meratus memang sekaya itu. Ia menyimpan begitu banyak keindahan, tanaman dan kearifan lokal. Tidak semua orang bisa mengendalikan/ mengemudikan rakit bambu , hanya penduduk lokal Loksado lah yang bisa melintasi sungai dengan rakit bambu dan mengemudikannya dengan sebilah bambu pula.  Harga empat ratus ribu kurasa sangat sebanding dengan pengalaman yang didapatkan saat melintasi arus sungai Amandit.
Sungguh elok pemandangan pegunungan meratus dan sungguh jernih air sungai amandit dengan arusnya yang sesekali kuat dan sesekali tenang, seperti arus kehidupan ini. Alhamdulillah.
Wasalamualaikum wr. wb.

Komentar

  1. Duhh pingin banget naik ini sambil mengarungi pegunungan. Dulu sempat menaiki perahu bambu waktu kecil tapi naiknya karena buat di ungsikan ke tempat yang aman pas lagi kebanjiran ^^"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo...cobain naik bamboo rafting yang ada dekat dengan tempatmu, sensasinya sangat menyenangkan lho..btw salam kenal ya...

      Hapus
  2. Waaoo, saya tahunya Meratus itu merk atau nama perusahaan ya, ternyata pegunungan ya, keren banget deh ngasih nama sama dengan gunung, mungkin maksudnya agar setegar gunung kali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah baru tahu kalau ada perusahaan bernama meratus, Pegunungan Meratus itu sangat indah pemandangannya dan di wilayah Desa Lokshado Masih sangat asri semoga seterusnya seperti itu asalkan masyarakat sadar untuk menjaga alam

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tangisi kepergian bulan Ramadhan

Makna Ramadhan